Selasa, 25 Februari 2014

PROFIL ANATA SETIARSA

Bila cinta terbagi apalah daya harus berpisah, namun kalau anak yang terbagi... apakah bisa?? Saya mengalami dilema demikian. Harus memilih cinta yang terbagi antara papa dan mama. Papa dan mama berpisah sejak saya masih kecil. Masa kecil saya tidak pernah merasakan kasih sayang papa. Mama yang membawa dan menyekolahkan saya seorang diri di Jombang, tanah kelahiran saya.

Nama saya, Anata Setiarsa, lahir pada tanggal 14 April 1995. Dengan kehidupan terombang ambing, saya mengorbankan masa kecil saya, pendidikan saya terlambat sampai 3 tahun.

Papa setelah meninggalkan saya, akhirnya menikah lagi. Saat itu, saya masih duduk di bangku kelas I SD di Jombang. Setahun sebelum saya menyelesaikan pendidikan kelas I SD, nenek dari papa, mengambil saya dan menyekolahkan saya di Malang (terpaksa harus mengulang kelas I SD di Malang). Dalam situasi yang membingungkan, papa datang beberapa bulan kemudian dan mengambil saya, mengajak saya ke Surabaya. Di sana saya tinggal dengan papa dan istri barunya. Sekali lagi, saya harus mengulang kelas I SD di tahun yang ketiga.

Kepedihan hati dan kerinduan melanda kala teringat mama yang jauh. Sosok papa yang saya rindukan tidak saya dapati di rumah. Setiap kali saya bertemu dengannya, ujung-ujungnya pasti dia akan memukul saya, dengan berbagai macam alasan. Saya hidup dipenuhi dengan kepahitan terhadap papa.

Saya ketemu mama lagi, ketika saya menginjak usia 13tahun. Saat itu saya baru kelas 5 SD.

Saya bertumbuh menjadi seorang anak yang suka memberontak dan tidak tunduk pada otoritas. Pada awal SMP, saya menemukan komunitas yang bisa mengisi ruang gelap saya. Mereka mengajak saya minum, lalu meningkat menjadi suka merokok. Terakhir adalah ketagihan film pronografi. Kebiasaan dengan teman-teman kalau kumpul, minum sebotol tiap hari. Merokok sebungkus dibagi bersama. Menonton di rumah teman, kadang sampai tidak pulang ke rumah.

Saya butuh kasih sayang, namun siapakah yang akan menyayangi saya apa adanya? Teman-teman hanya sementara kumpul saja, baru saya merasakan kasih. Tapi jika sudah kembali ke rumah dan sendiri, siapakah yang akan mendengar keluhan di hati? Mama sudah tidak saya temui lagi. Papa sibuk menyayangi istri dan keluarga barunya.

Secara materi, saya terpenuhi. Tapi jauh di lubuk hati saya, kebutuhan belaian, bagaikan lubang hitam yang menganga dan menarik segala sesuatu yang ada dalam diri saya. Yang tinggal hanyalah sebongkah emosi yang meluap-luap, karena kepahitan terhadap papa. Setiap kali kemarahan itu muncul, maka tidak segan saya akan mencari musuh di antara teman-teman sekolah. Lega rasanya bisa memukul seseorang.

Agustus 2011, saya bertemu dengan Tante Setyarini (Pengurus Rumah Singgah) yang kemudian, mengajak saya untuk tinggal di Rumah Singgah. Awalnya, saya berontak dengan semua disiplin, apalagi harus tunduk pada perintah.

Perlahan-lahan, saya menyadari bahwa semua disiplin waktu dan aktivitas, membuat hidup saya teratur dan terarah. Pola hidup saya terbentuk menjadi kebiasaan positif. Saat teduh setiap subuh, doa malam, kerja pagi dan sore secara bergilir. Semua itu, telah menjadi kebiasaaan baik. Belum lagi Komsel (komunitas kelompok kecil yang saling membangun) dan Ibadah Raya yang membangun kerohanian saya.

Saya juga diikutkan SPK (Pemulihan dan Penyembuhan luka batin) dan kelas PP (Pengembangan Pribadi), yang menghantarkan saya pada cara berpikir yang luar biasa. Saya diterima oleh Bapa karena saya begitu berharga. Saya tidak perlu lagi takut akan lubang hitam itu, karena Bapa di Surga telah mengangkatnya, serta mengisinya dengan kehadiranNya yang begitu manis.

Terima kasih atas jamahanMu yang luar biasa. Saya bersyukur karena telah bertemu dengan Tante Setyarini, yang mengajak saya ke Rumah Singgah. Buat Cik Hanna (Penatua GBI Kristus Pencipta) dan segenap pihak donator, saya haturkan terima kasih. Saya beroleh kesempatan baik, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih baik, serta pertumbuhan rohani di gereja.

Melihat dan membaca kisah Anata ini, LilikShop bersyukur dapat menjadi salah satu donator agar setiap pemuda yang membutuhkan bisa hidup dan melanjutkan sekolah. Meskipun hanya sedikit yang bisa diberikan bila dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, LilikShop belajar setia memberi.. LilikShop mengucapkan juga terima kasih untuk para customer yang telah membeli produk-produk kami.. Tuhan Yesus memberkati.. Link blog.. www.lilikfashion.blogspot.com

Senin, 09 Desember 2013

PROFIL FREDY SETIA PINAMANGUN

Banyak orang mengatakan "DUNIA ITU KEJAM".

Sejak kecil, aku tidak pernah menikmati indahnya kehidupan. 30 Agustur 1993 tibalah hari kelahiranku, aku bisa melihat cerahnya kehidupan ini.
Kedua orang tuaku memberi nama yang sangat indah yaitu FREDY SETIA PINAMANGUN. Setiap anak tidak pernah mengharapkan hidup dalam penderitaan. Tetapi jauh dari kenyataan, setiap hari yang kulihat hanyalah pertengkaran. Pemandangan yang tidak menyenangkan tidak bisa kuhindari. Ayah selalu memukuli ibu, sampai akhirnya ibu meninggal dengan membawa suatu penyesalan dan pada saat itu aku baru berusia 6 tahun.

................ ibu kenapa engkau pergi??
Aku berharap engkau bisa menjaga dan memelukku. Aku sangat membutuhkan kasih sayangmu.
Jerita hatiku tidak bisa merubah keadaan. Ibu tetap pergi........ Sebelum ibu meninggal beliau sempat menitipkan aku pada sahabatnya agar aku diasuh seperti anaknya sendiri. Dan akhirnya, aku menjadi anak angkat sahabat ibu.

Sejak kematian ibu, ayah pergi entah kemana ........
Sampai saat ini, aku tidak pernah melihat kehadirannya. Di keluarga baru ini aku dibesarkan. Saat itu kami semua tidak mengenal Tuhan. Ketika ayah angkatku meninggal, ibu menikah dengan pria yang mengenal Tuhan dan kami sekeluarga mengikuti jejak beliau. Walaupun kami hidup sederhana, tetapi kebahagiaan bisa kami rasakan.

Suatu hari badai hidup menerpa ............. Tak kusangka penderitaan kembali hadir. Tahun 2004, ayah menderita stroke. Keuangan keluarga kami mengalami goncangan dan sampai akhirnya jatuh dalam kemiskinan. Ketika aku duduk di bangku SMP kelas II, saat itu aku mulai mengenal minuman keras dan obat-obatan. Semua itu kulakukan untuk menghilangkan kebosanan dan mencari ketenangan.

Keuangan keluarga cukup parah sampai akhirnya saya harus putus sekolah pada tahun 2010. Puji Tuhan, 7 Juli 2012 Tuhan membawaku ke Rumah Singgah melalui Kak Ery. Aku bisa kembali sekolah, dan tiap sore semuanya wajib mengikuti les pelajaran.

Walaupun awalnya malu karena usiaku sekarang sudah 20 tahun dan harus kembali ke bangku SMP kelas III, tetapi aku sadar betapa pentingnya pendidikan. Tanggal 16 Juli, aku mulai masuk sekolah di SMPN 18. Aku percaya, Tuhan tetap memberikan masa depan yang indah. Harapanku melalui Rumah Singgah, hidupku dipulihkan dan aku mencapai cita-citaku.

Terima kasih untuk semua donatur yang telah menginvestasikan uangnya demi keberhasilanku.


Setiap sen dari yang diinvestasikan tidak pernah sia-sia, sangat berguna bagi anak-anak bangsa. Kami, LilikShop sangat bersyukur bisa tetap setia mendukung dana pendidikan anak-anak bangsa ini.
Bagi saudara yang ingin mengetahui apa dan siapa LILIKSHOP, silahkan mengunjungi di www.lilikfashion.blogspot.com..

TUHAN YESUS MEMBERKATI para pembaca sekalian..










Senin, 25 November 2013

INFO DONASI OKT'13

Puji Tuhan.. Ada sebuah kemajuan dari donasi LilikShop dalam mendukung dana pendidikan anak-anak bangsa yang membutuhkan.. Terima kasih atas semua pelanggan dari LilikShop.. Tuhan Yesus yang memberkati kalian..

Berikut kami menginformasikan donasi bulan Okt 2013....